Picture0010

Posted in Uncategorized on 13 August 2012 by Den Lara

Picture0010

Cinta Segi Tiga

Posted in Uncategorized on 7 November 2011 by Den Lara

CINTA YANG TAK SEMESTINYA

Huh..
Malam ini aku sebenarnya masih ingin bersama Kak Renosa terus. Tapi, ternyata mama menjemputku. Padahal tadinya Kak Renosa berniat mengajak aku pegi nonton konser setelah pulang dari pentas Pramuka. Terpaksa gagal acara nonton konser bersama Kak Renosa.
Tapi kenapa aku jadi kesal ya gara-gara acaraku dan Kak Renosa gagal? Nggak mungkin kan aku ada rasa sama Pembina Pramukaku itu. Apa mungkin karena tadi siang aku habis putus sama Putra, jadi aku ngrasa kesepian. Sehingga acara pergi bersama Kak Renosa aku anggap sebagai obat sakit hati. Ah biarlah. Besok perasaan ini pasti juga sudah hilang.

Oh Tuhan!
Pagi ini Kak Renosa mengirimi aku sms untuk membangunkanku dari mimpi. Kenapa aku merasa keGRan begini? Apa mungkin gara-gara kejadian semalam, telah menumbuhkan benih-benih cinta? Jangan sampai terjadi deh! Gak umum banget kalau sampai terjadi.

Sejak sore, Kak Renosa sudah ngajak aku smsan. Biasa, isinya cuma sekedar basa-basi. Aku pun juga tidak terlalu peduli. Karena aku masih sedikit memikirkan Putra. Hingga akhirnya aku benar-benar terkejut dan peduli dengan sms Kak Renosa yang satu ini.
From:
K.Re : Y km gmn, mau ga. Eh seandai y km jd pacar q gt gmn y. Menurut km bs pa ga. Eh ni seandaine lo. Km mau pa ga ?

Satu sms ini sudah bikin aku langsung mau pingsan. Belum lagi sms yang selanjutnya. Lalu di akhir sms, Kak Renosa benar-benar nembak aku. OMG !!! Aku langsung cerita aja ke Laurent, sahabatku. Dan Laurent pun sama gak percayanya kayak aku. Dia bahkan berkata,”Rhasya, Kak Re itu masih termasuk guru kita!!! Umurnya pun pasti di atas 25 tahun. Sedangkan kamu sendiri masih kelas 3 SMP. Emangnya kamu mau? Dan ingat, Kak Re masih punya pacar.”
Aku pun memutuskan untuk menjawab perasaan Kak Re besok. Tidurku nggak bisa nyenyak, bahkan Kak Re sampai kebawa di mimpi. Aku terbayang-bayang wajah Kak Re terus.

Hari ini aku ada pembinaan Pramuka tambahan selama 2jam. Otomatis aku bakal ketemu Kak Re. Aku benar-benar belum siap untuk ketemu Kak Re. Karena aku juga belum nyiapin jawaban perasaanku. Pada waktu ketemu di depan R. Kepala Sekolah, Kak Re bertanya dengan keras,”Gimana jadinya?”. Aku cuma bisa tersenyum. Di akhir pembinaan pun Kak Re juga menanyakan hal itu lagi sambil menarik-narik tasku. Aku jadi semakin bingung. Aku belum siap jawabannya. Tapi di sisi lain, sepertinya Kak Re serius nembak aku. Cuma status kita itu Pembina dan murid. Jadi aku mesti mikir dua kali untuk menjawab pertanyaan itu. Belum lagi Kak Re yang masih punya pacar. Aku benar-benar nggak konsen seharian ini.
Pulang sekolah, Kak Re melanjutkan sms yang kemarin. Aduh, mau aku balas tapi ragu-ragu, nggak dibalas malah kasihan Kak Re. Akhirnya aku balas tapi dengan jawaban yang sama. Yaitu “Bingung”. Mau nggak mau aku harus jawab besok pagi. Aku sudah janji sama Kak Re. Dan janji harus ditepati. Dan malam ini aku kembali nggak bisa tidur lagi.

Esok ini, aku sudah menunggu Kak Re di depan ruangannya. Tapi tiap aku mau ngomong, aku selalu bimbang. Akhirnya kutunda hingga pulang sekolah. Padahal, selama pulang sekolah aku sama Kak Re terus di sanggar Pramuka. Entah kenapa aku masih bimbang juga. Aku pun pulang dengan perasaan yang masih terbebani.
Akhirnya kuputuskan buat jawab lewat sms. Aku tunggu beberapa jam, smsku belum dibalas-balas juga. Akupun berpikir, mungkin Kak Re sudah lelah menanti jawaban dariku. Tapi sore harinya, smsku dibalas juga. Lalu dengan segera, aku langsung jawab pertanyaan Kak Re.
To:
K.Re : Qw jwb “IYA”…

Cuma 3 kata itu yang aku kirimkan. Dan kita pun jadian juga. Awalnya, aku ngrasa nggak yakin dengan kisah cinta ini. Baru 2hari jadian, aku sempat berpikir buat mutusin dia karena faktor status. Tapi Laurent melarangku. Dia bilang itu sama saja aku mempermainkan Kak Re. Akhirnya aku coba jalani semua ini. Dan ternyata berhasil. Perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan cara pacaran kita yang “Backstreet”. Walaupun begitu, ada satu yang masih tertinggal di hatiku. Pacar Kak Re. Aku nggak mau dituduh yang enggak-enggak. Aku sudah berusaha bilang pada Kak Re kalau aku nggak mau diduakan. Tetapi Kak Re hanya bisa berkata,”Sabar.”
Tak terasa hubungan kita sudah 2 minggu. Dan di minggu kedua inilah mulai timbul masalah. Sewaktu aku telepon Kak Re, dia cerita kalau pacarnya tahu hubunganku dengan Kak Re. Aku pun takut setengah mati. Apalagi pacarnya lebih tua daripada aku. Bisa-bisa aku dilabrak. Sebenarnya ini juga salahku sendiri kenapa mau menerima Kak Re. Di telepon itulah aku langsung mutusin Kak Re. Paginya, Kak Re bersikap seolah tidak pernah putus. Aku sempat menghindar. Karena aku sendiri nggak rela mutusin Kak Re. Pulang sekolah, Kak Re ngajak aku ngobrol. Terus aku coba tegasin hubungan kita sekarang. Tapi Kak Re meminta untuk tetap lanjut. Jujur, aku juga masih ingin bersama Kak Re. Aku pun menerima Kak Re kembali.
Setelah kejadian itu, kupikir sudah tidak ada lagi kejadian lain yang terjadi di antara kita. Tapi ternyata dugaanku meleset. Seminggu kemudian saat aku baru saja bangun dari tidur siang, tiba-tiba aku mendapat sms dari nomer tak dikenal. Setelah kubaca isinya, aku langsung sadar kalau itu adalah sms dari pacar asli Kak Re. Aku benar-benar takut kali ini. Tanpa pikir panjang, aku segera mutusin Kak Re lagi lewat sms.

Ini benar-benar keputusan terakhirku. Sejak saat ini dan selamanya, aku nggak mau dekat lagi sama Kak Re. Walaupun sebagai muridnya. Aku sudah terlanjur sayang dan cinta banget sama Kak Re, tapi sekarang aku juga sudah terlanjur sakit hati. Aku benar-benar nggak mau lihat muka Kak Re lagi di sekolah.
Hari ini, aku sengaja menghindar dari Kak Re. Tiap aku tahu Kak Re mau lewat jalan yang sama kayak aku, aku selalu sembunyi di kelas terdekat. Sampai istirahat pertama, aku berhasil menghindar dari Kak Re. Aku cuma ngelihat mukanya dari jauh. Aku nggak pingin Kak Re tahu kalau aku masih merhatiin dia.
Ketika aku duduk rame-rame dengan teman-teman se-genk di kantin, Bu Yuni menyuruhku untuk fotocopy daftar nilai di kantor. Ugh, sia-sia usahaku menghindar dari Kak Re hari ini. Karena di sekolah, Kak Re lah yang biasa melayani untuk fotocopy. Berarti aku mau nggak mau harus ketemu Kak Re juga. Pas sudah sampai di kantor, aku Cuma bilang fotocopy, sedetikpun tidak memandang wajahnya. Lalu katanya, “Tinggal aja dulu. Masih antri soalnya.”. Tanpa basa-basi aku langsung meninggalkan kantor. Benarnya nggak sopan juga. Tapi kali ini aku nggak peduli sama etika kesopanan kalau berhadapan sama Kak Re. Soalnya aku benar-benar sakit hati. Setengah jam kemudian, aku mengambil fotocopyan itu. Aku juga nggak bilang makasih sedikitpun. Dan saat aku membaca mading, Kak Re kebetulan lewat dan memegang pundakku seraya bertanya,”Nggak pulang tah?”. Tapi aku sama sekali menggubrisnya. Benar-benar bukan sikap murid pada umumnya. Yah…Cinta ini juga tidak semestinya. Hari pertama setelah aku putus dengan Kak Re begitu berat bagiku. Malamnya aku langsung sms supaya besok bisa ngomong sebentar cuma buat ngejelasin masalah ini.
Berhari-hari aku sudah berusaha nyempetin waktuku buat ngomong sama Kak Re. Karena ku ngrasa ada yang masih tertinggal di hatiku kalau aku nggak ngomong langsung sama Kak Re. Tetapi berhari-hari juga Kak Re sibuk. Jadi gak ada waktu buat ngomong sama aku.
Ya beginilah akhir kisahku dengan Kak Re. Yang hanya menyisakan puing-puing hati yang sudah hancur. Tak terasa seminggu lebih kulalui tanpa Kak Re. Entah kenapa bayangan Kak Re masih menghantui hari-hariku. Mimpiku selalu dipenuhi kehadiran Kak Re. Semuanya tentang Kak Re belum bisa hilang dari hatiku. Aku sudah berusaha mencobanya. Rupanya sia-sia. Aku benar-benar masih sayang Kak Re.
Suatu malam, Kak Re meneleponku. Dia berkata kalau dia juga masih sayang aku. Tetapi dia bingung harus gimana. Dia bilang biar waktu saja yang menjawab. Katanya, walaupun aku dulu cuma kekasih gelapnya, tapi cinta dia sempat dalem ke aku. Kata-kata Kak Re malam itu semakin membuat aku nggak bisa lupain dia.
Untuk waktu ke depan, aku nggak mau pacaran dulu. Aku ingin menyimpan rasa sayangku ke Kak Re untuk sementara waktu sampai aku benar-benar melupakannya. Biarlah semua yang indah menjadi kenangan yang terus tersimpan dalam lubuk hatiku. Biarlah yang pahit kubuang bersama rasa sakit hatiku ini. Cukup satu kali aku merasakan pacaran dengan guru. Akan aku jadikan pengalaman yang tak akan pernah terulang.
Buat semua yang baca kisah ini, jangan pernah ditiru. Karena di akhirnya kalian bakal ngrasain susah sendiri. Mencintai seseorang yang tidak selayaknya dicintai. Memendam cinta yang tak semestinya. Berat sekali untuk diri kita.

Mutiara Cinta

Posted in Uncategorized on 24 October 2011 by Den Lara

Mutiara Kata
Hiasilah kehidupan ini dengan gurau senda kerana ia melambangkan kehidupan yang harmoni.
Jangan jadikan diri anda ibarat sekumpulan tisu-tisu kerana tugasnya adalah untuk mengesat
benda -benda yang kotor
“buah akal ialah ilmu pengetahuan,buah jiwa adalah iman dan buah fizikal ialah kemajuan”
“cinta kepada bunga akan layu,cinta kepada manusia akan berpisah dan cinta kepada ALLAH
s.w.t akan abadi”
Wanita itu sendiri adalah rahsia
Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akal mengatatakan wanita cantik atas dasar
ilmu dan kepandaiannya, dan hati mengatakan wanita cantik atas dasar akhlaknya.
Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang
mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita
ke jalan Allah.
Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca kerana membaca itu
sumber hikmah, menyediakan waktu tertawa kerana tertawa itu muziknya jiwa, menyediakan
waktu untuk berfikir kerana berfikir itu pokok kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal
kerana beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda kerana bersenda itu
akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu
dari segala ketenangan jiwa.
Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa, maka siapa yang mengelakkannya kerana takut
padaKu, maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati…
SAHABAT YANG BAIK ADALAH ORANG YANG BERCAKAP BENAR, DAN
BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATA.
“Wanita yang cantik tanpa peribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar,
tetapi tidak melihat apa-apa”
“Kekecewaan mengajar kita erti kehidupan. Teruskan perjuangan kita walaupun terpaksa
menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup”
“Hidup umpama aiskrim. Nikmatilah ia sebelum cair”
JIKA ANDA BERSAHABAT BERSIAPLAH UNTUK BERKORBAN DEMI SAHABAT
ANDA TERSEBUT,
JIKA ANDA BERMUSUHAN DENGAN SAHABAT ANDA BERSIAPLAH UNTUK
MENGALAH DEMI PERSAHABATAN KALIAN.
Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci; Lidahnya Selalu Basah Dengan
Zikrullah;Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara
Yang Dihadapi Dan Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.
” USAH DITURUTI REAKSI EMOSI, LANTARAN IMPLIKASI TAK SERASI DENGAN
APA YANG DIIMAGINASI ”
WANITA/PEREMPUAN DICIPTAKAN BUKAN DARIPADA TULANG RUSUK ATAS
UNTUK MEMERINTAH, BUKAN DARIPADA RUSUK BAWAH UNTUK DIPIJAK,
TETAPI TERLETAKNYA RUSUK ITU DI BAHAGIAN DADA DAN BERDEKATAN
DENGAN TANGAN BERMAKNA TANGAN YANG MEMBELAI DAN HATI YANG
MEMPUNYAI PERASAAN DAN KASIH SAYANG.
” Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu
adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan
dibalas kebaikan,
itu adalah mulia dan terpuji.”
(La Roche)
“Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh
membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan”
” Hidup tidak boleh berpandukan perasaan hati yg kadangkala boleh menjahanamkan diri sendiri.
Perkara utama harus kita fikirkan ialah menerima sesuatu atau membuat sesuatu dgn baik
berlandaskan kenyataan”
” Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman
seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima
penderitaan.
( HarietaWahab)
Hadiah Terbaik
Kepada kawan – Kesetiaan
Kepada musuh – Kemaafan
Kepada ketua – Khidmat
Kepada yang muda – Contoh terbaik
Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan – Cinta dan ketaatan
Kepada manusia – Kebebasan

Kata Mutiara

Posted in Uncategorized on 24 October 2011 by Den Lara

*Mimpi tidak akan menjadi kenyataan jika kita asyik tidur.
* Orang yang bijak mempelajari banyak perkara daripada musuhnya sendiri.
* Terdapat banyak kemungkinan untuk gagal kerana kejayaan hanya boleh dicapai dengan satu
perkara iaitu USAHA.
* Ketika ditimpa bencana, kita akan mengenali yang mana satu lawan & yang mana satu kawan.
* Pemimpin yang baik akan memikul kesalahan & tidak mengejar nama.
* Rumah tanpa buku umpama bilik tanpa tingkap.
* Kebocoran yang kecil masih boleh menenggelamkan sebuah kapal yang besar.
* Tiada hadiah yang lebih berharga daripada nasihat yang baik.
* Nyanyian ibu untuk menidurkan anaknya ketika kecil adalah suara yang paling merdu di dunia.
* Tanpa permulaan, anda tidak akan sampai ke mana-mana.
* Berdoa dan meminta bukannya perkara yang sama.
* Kegagalan adalah permulaan kepada kejayaan.
* Fikiran membawa kepada pekerjaan. Pekerjaan membawa kepada kejayaan. Kejayaan
membawa kepada impian.

Kata Mutiara

Posted in Uncategorized on 24 October 2011 by Den Lara

1) Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar
senyuman.
2) Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar di lautan telah ramai kapal
karam didalamnya.. andai muatan kita adalah iman, dan layarnya takwa, nescaya kita akan
selamat dari tersesat di lautan hidup ini.
3) Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.
4) Setiap yang kita lakukan biarlah jujur kerana kejujuran itu telalu penting dalam sebuah
kehidupan. Tanpa kejujuran hidup sentiasa menjadi mainan orang.
5) Hati yg terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali kepada bentuk asalnya.
6) Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.
Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.
7) Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan. Hidup
tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.
8) Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada kejayaan dalam kehinaan. Memberi sedikit
dengan ikhlas pula lebih mulia! dari memberi dengan banyak tapi diiringi dengan riak.
9) Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa
yang tidak mempunyai masa depan.
10) Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu. Tetapi kata-kata
yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera.
11) Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh manusia yang tingginya enam kaki.
12) Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan
agama.
13) Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu
cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar
akhlaknya.
14) Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas batu yang hitam di malam yang amat
kelam. Ianya wujud tapi amat sukar dilihat.
15) Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan
memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan
kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.
16) Seseorang yang bijak melahirkan kata-kata selalunya disanjung sehingga ia mula bercakap
kosong.
17) Harta akan habis digunakan tanpa ilmu tetapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika ianya
digunakan.
18) Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan. Oleh itu jika anda
memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.
19) Sahabat yang tidak jujur ibarat dapur yang berhampiran. Jikalau pun kamu tidak terkena
jelaganya sudah pasti akan terkena asapnya.
20)Mengapa manusia gemar mencetuskan pertelingkahan sedangkan manusia itu sendiri
dilahirkan dari sebuah kemesraan.
21) Kita sentiasa muda untuk melakukan dosa tetapi tidak pernah tua untuk bertaubat.
22) Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu serendah
mutiara di lautan.
23) Setiap mata yang tertutup belum bererti ia tidur. Setiap mata terbuka belum bererti ia
melihat.

Teriakan Jarak Hati

Posted in Uncategorized on 23 June 2011 by Den Lara

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia
akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?” Seorang
murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan
menjawab, “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan
kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya
justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak?
Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira
benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun
jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata, “Ketika
dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak
antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara
fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai
jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun
anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula
mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang
ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena
itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”
Sang guru masih melanjutkan, “Sebaliknya, apa yang terjadi
ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya
tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang
keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus
apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu
jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil
memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat
dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena
hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada
akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah
pAndangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami
apa yang ingin mereka sampaikan.”
Sang guru masih melanjutkan, “Ketika Anda sedang dilanda
kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi
hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan
jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak
mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang
bijaksana. Karena waktu akan membantu Anda.”

Ingat Kan Diri Kita

Posted in Uncategorized on 26 May 2011 by Den Lara

Kenalilah Dirimu, maka Kau akan Mengenal Tuhanmu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.